Ada beberapa perilaku yang dilakukan orang tua tanpa sadar yang meningglajan dampak childhood trauma pada anak.
- Menyangkal apa yang dirasakan anak
Misalnya ketika anak menceritakan maalahnya di sekolah dan orang tua deny dengan apa yang dirasakan anak. Menganggap hal sepele pada perasaan anak.
- Mengisi basic needs anak dan lupa pada emosional needs anak
Orang tua yang seperti ini adalah orang tua yang memenuhi kebutuhan anak seperti pendidikan, kebutuhan materi, namun lupa memberikan kasih sayang dan kehangatan pada anak sehingga anak kurang kasih sayang.
- Menitipkan mimpi pada anak
Jangan menitipkan mimpi anda kepada anak. Dan berharap mereka bisa menjadi apa yang anda pernah impikan kepada diri anda inginkan dulu. Ingatlah setiap anak itu unik, setiap anak itu berbeda, dan setiap anak itu memiliki bakat dan potensinya masing-masing.
- Tidak membuat batasan antara anak dan orang tua
Batasan di sini adalah ketika orang tua merasa sangat berhak pada apapun yang berhubungan mengenai anak. Misalnya orang tua yang selalu ikut campur urusan anak, orang tua yang membaca buku diari anak tanpa ijin, menyebarkan hal-hal yang menurut anak adalah hal yang patut dirahasiakan. Kita harus memberikan batasan privasi untuk anak sesuai dengan kebutuhannya.
- Terlalu fokus pada penampilan luar anak tanpa mempedulikan rasa percaya diri dan kondisi kenyamanan anak.
Terlalu fokus dengan penampilan luar anak juga tidak bagus. Hal ini membatasi kreatifitas anak dan mengekspresikan dirinya. Misalnya anak tidak boleh kotor, anak harus selalu bersih dan rapi. Anak bisa mengalami trauma ketika penampilan fisiknya pun sampai dikekang.
Beberapa waktu yang lalu pernah saya menemukan contoh kasus seperti ini. Orang tua yang terlalu otoriter membuat anaknya muak, karena dia lelah terus diatur bahkan untuk urusan sepele seperti penampilan, lebih detailnya sih tentang tasnya harus diselendang di luar kerudung atau di dalam kerudung. Si anak akhirnya memberontak dan terjadilah percekcokan besar yang membuat orang tua anak ini bertengkar di depan umum dan saling mengatai.
Hal ini sangat kelihatan jelek. Lebih jelek dari sekedar permasalahannya di awal apakah tas selendangnya harus dipakai di luar kerudung atau di dalam kerudung.
Tapi dari case di atas, kita bisa melihat bahwa anak juga pasti memendam dan mungkin suatu saat akan mengeluarkan bomnya. Bisa jadi akhirnya si anak tidak mau pergi ke mana-mana akibat orang tuanya selalu mengatur-atur penampilannya di depan umum.
Demikian artikel mengenai perilaku orang tua yang membuat anak trauma. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih
Sumber ig : parentalk_id