Anak tidak menjadi baik secara instan anak butuh diajari dan diberi tahu agar terbiasa melakukan kebaikan. Misalnya saja sedekah dan mengaji atau membantu orang tua, hal-hal tersebut perlu diajarkan sedari kecil dan perlu diberikan contoh.
Coba bayangkan bunda, bagaimana jika anak tidak terbiasa dengan semua hal itu, namun kita berharap dia bisa menjadi baik? Ketika dewasa nanti, jika anak yang terbiasa membantu orang tua nya maka dia akan terbiasa membantu orang tua. Kalau sedari kecil tidak diajarkan, maka ketika dewasa akan sulit untuk mau mebantu orang tua dan nanti kita yang akan kesulitan sendiri.
Untuk itu, mari kita ajarkan kebiasaan-kebiasaan baik pada anak dengan harapan kebiasaan baik ini akan menjadi bekal ketika nanti dewasa.
Berikut kebiasaan baik yang bisa kita ajarkan kepada anak sedari kecil :
- Ngaji
Ajaklah dia ke surau atau tempat pengajian. Jika dia masih belum berani atau belum siap untuk ditinggal, maka tungguilah dia sampai selesai mengaji. Jangan lupa juga bunda harus membiasakan diri mengaji di rumah sehinga anak akan menganggap bahwa mengaji adalah hal yang penting dilakukan karena orang tuanya pun mengaji.
- Sedekah
Ajarkan anak untuk sedekah, misalnya dengan mengajarinya memberikan sedekah pada pengamen, mengajaknya untuk memberikan zakat fitrah.
- Shalat di masjid
Ajaklah anak laki-laki kita untuk pergi ke masjid, buatlah ia mencintai masjid. Dan jika bunda melihat ada anak yang berisik di mesjid jangan dimarahi, nanti mereka takut dan tidak mau lagi ke mesjid.
- Sabar
Bersabarlah, jangan emosional. Emosi tidak akan menyelesaikan apapun. Jadi, ketika anak rewel usahakan tetap sabar dan berbicara dengan baik, jangan emosi. Hal ini akan anak tiru dalam kehidupannya nantinya. Ingat, anak adalah peniru ulung.
- Salat berjamaah
Ajaklah anak untuk berjamaah, tentunya yang paling baik adalah mengajaknya ke masjid untuk shalat berjamaah. Jangan hanya menyuruh tapi mengajak sehingga kita pun memberikan contoh bahwa shalat berjamaah itu penting.
- Menghadiri majlis ilmu
Ajaklah anak kita ke pangajian, ceritakan betapa menyenangkannya pergi ke pengajian dan buatlah suasana yang menyenangkan ketika dia duduk dan mendengarkan
- Disiplin
Buatlah aturan-aturan sederhana untuk mengajari anak disiplin. Misalnya, menaruh handuk bekas pakai ke tempatnya. Merapikan sepatu, pulang sebelum magrib, dan sebagainya.
- Bersyukur
Ajaklah anak untuk bersyukur, misalnya dengan cara mengajaknya berjalan-jalan tadabur alam, memperlihatkan betapa indahnya pemandangan dan bersyukur kita diberi penglihatan sehingga kita bisa melihat semua ini, bersyukur juga bisa dengan cara berdoa dan mengucapkan alhamdulillah ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan.
- Menghargai makanan
Menghargai makanan akan membuat anak tidak boros dan tidak mubadzir makanan. Kita bisa memulainya dengan cara mengajari anak untuk mengambil makan sesuai porsi perutnya. Tidak mengambil terlalu banyak makanan. Dan bisa juga dengan cara membaca doa sebelum makan. Hal ini adalah salah satu cara untuk mengajari anak menghargai makanan.
- Membantu orang tua
Ajarilah anak untuk membantu orang tua. Bunda bisa mencobanya sesuai umur ya. Misalnya jika masih kecil usia 3-4 tahun bunda bisa meminta anak untuk membuang bungkus makanan yang habis dia makan ke tempat sampah sendiri, membuka celana sendiri, dan lainnya. Jika anak sudah cukup besar misalnya usia 8 tahunan mungkin bunda bisa meminta bantuan untuk membantu buang kantong tempat sampah yang ukurannya sedang ke TPU untuk anak laki-laki, dan atau meminta bantuan anak perempuan untuk menyapu teras atau halaman.
Mengajari anak untuk membantu orang tua juga sebenarnya sekaligus mengajari anak akan tanggung jawab dan disiplin di rumah. Ingat ya bunda, berilah pekerjaan yang sesuai dengan umurnya.
Mengajarkan hal baik ke anak perlu dibarengi dengan kesabaran dan doa. Karena tidak ada sesuatu yang terbentuk secara instan, terlebih perilaku manusia. Jadi, jangan berharap proses yang instan. Semoga artikel ini bermanfaat.
Sumber : Buku Anti Galau Mendidik anak dari Afra Kidz