Tempat kerja yang nyaman adalah idaman untuk semua karyawan, namun bagaimana jika tempat kerja dipenuhi dengan orang toxic yang bermuka dua, penjilat, dan orang-orang besar kepala? Tentu hal ini akan membuat suasana kerja menjadi tempat yang sangat tidak nyaman dan membuat kita tidak betah.
Lingkungan yang tidak nyaman bisa juga dipengaruhi oleh tekanan. Mislanya tekanan target dan juga atasan yang idealis dan galak. Semua itu menyebabkan banyak karyawan memilih resign daripada bertahan.
Lalu bagaimana cara untuk menghadapi orang-orang toxic di tempat kerja?
Untuk menghadapi orang yang toxic di tempat kerja caranya sebenanrnya sederhana :
- Pahami SOP pekerjaan, pahami apa saja yang harus kita kerjakan dan pekerjaan yang diluar dari ranah kita. Sehingga kita tidak perlu mengerjakan pekerjaan yang diluar ranah kita.
- Untuk menghadapi orang bos yang idealis dan galak, kita harus idealis dan lebih teliti dalam bekerja.
- Jika ada teman kerja yang toxic yaitu yang sering cari muka, suka menyuruh-nyuruh di luar tugas kita, dan atau teman yang menyebalkan dan sering membuat kita merasa terpojok, beri batasan diri kita dengan mereka. Bukan bermaksud membenci dengan menjauhi tapi memberikan jeda atau batasan agar mereka bisa lebih menghargai kita. Dan jangan takut untuk mengungkapkan pendapat, karena ini dunia kerja. Rekan kita juga bekerja pada perusahaan dan digaji oleh perusahaan, apalagi yang level jabatannya sama seperti kita cuma beda jarak masuk ke perusahaan saja.
Kita harus menghormati orang lain dan orang lain pun harus menghormati kita. Inilah fungsinya batasan agar orang lain pun segan. Tapi bukan berarti kita bersikap sombong, acuh, atau bersikap apatis ya. Hanya lebih bekerja sesuai SOP saja, dan berteman sewajarnya saja di tempat kerja.
- Masa bodo untuk hal-hal di luar pekerjaan. Misalnya, ada teman yang sombong, jarang menyapa, dan bicara kurang sopan. Tidak semua rekan kerja harus jadi teman kita, Kita tidak perlu baper selama tidak ada pengaruhnya pada pekerjaan kita. Masa bodo saja, jika memang butuh mereka ya diskusi, jika tidak ya sudah tidak usah peduli pada apapun yang mereka lakukan di luar ranah pekerjaan.
- Carilah teman yang se frekuensi. Kita jangan mencari musuh, tapi kita harus mencari teman. Mencari teman yang akrab dan se frekuensi yang bisa diajak ngobrol ringan menghilangkan penat pekerjaan.
- Jangan takut jika benar. selalu miliki catatan dan juga selalu konfirmasi apapun by email agar ada bukti konkrit. jangan by telepon. by WA okelah bisa di SS. tapi lebih tepat jika konfirmasi msalah pekerjaan by email saja.
Sedikit bercerita, mamak adalah seorang karywati di sebuah perusahaan padat karya. Prinsip mamak waktu itu adalah, orang yang mamak kenal adalah teman sehingga rasanya tidak enak jika tidak menyapa jika berpapasan. Namun, entah mengapa dan ada angina pa, orang lain tidak seramah itu kepada mamak. Akhirnya mamak baper, merasa apa yang salah pada diri mamak. Beberapa malah acuh tak acuh dengan mamak dan menjawab sapaan mamak seperlunya saja. Selain itu, ada juga yang bahkan tak akan menyapa jika mamak tak menyapa duluan.
Ada juga SPV dari departemen lain yang bersikap songon dan sombong. Padahal usianya lebih muda namun tinggi hati sehingga bicara kurang sopan. Namun saat itu mamak diamkan saja, mamak berkata ini urusan kerja bukan urusan pribadi.
Makin ke sini mamak makin mengerti, ini lah dunia kerja. Kita tidak perlu baper. Kita dating ke perusahan untuk bekerja, jika memang kita butuh mereka dalam urusan kerja ya kita bisa menghubungi mereka. Jika tidak, ya sudah biasa saja. Ada pun mereka tak menyapa, yasudah tidak perlu pusing. Biarkan saja, kalau mamak mau, ya mamak nyapa duluan. Kalo malas, yasudah tidak usah menyapa duluan meski berhadapan muka. Impas kan? Yang penting tidak ada benci, kalau ada keperluan dalam urusan pekerjaan bisa di ajak kerja sama.
Mamak juga pernah hampir kena marah oleh manager departemen ain. Namun mamak tidak takut. Manager tersebut adalah expatriate dan mamak hanyalah seornag team leader. Namun mamak lawan karena mamak tidak salah. Mamak merasa, dia bahkan tak punya hak untuk memarahi mamak karena bukan atasan mamak. Jika pun dia ingin complain atau diskusi seharusnya dilakukan dengan atasan mamak yang setara jabatannya.
saran terakhir dari mamak, jika memang tempat kerjamu sudah benar-benar tidak nyaman, tak ada salahnya mencari pekerjaan lain yang lebih baik. cobalah untuk mencari pekerjaan selagi masih menjadi karyawan di perusahaan itu agar tidak ada jeda nganggur menunggu panggilan kerja. kalau benar-benar sudah tak tahan banget, boleh langsung resign tapi pastikan tabungan cukup minimal untuk 6 bulan ke depan ya.
Demikian artikel mengenai cara menghadapi orang toxic semoga bermanfaat.