Memiliki rekan kerja yang toxic tentunya bikin kita engga betah kerja. Bukannya semangat kerja tapi malah bikin kita pengen buru-buru resign aja. Toxic people itu ada di mana-mana. Meski kita pindah tempat kerja, kita bisa menemukan mereka mungkin di divisi yang berbeda.
Menghadapi orang toxic memang tidak gampang. Mungkin banyak yang sampai berderai-derai air mata saking sakit hatinya.
Sebenarnya perilaku toxic ini bisa berupa bicara yang tidak menyenangkan, menyindir, dan berperilaku egois atau seenaknya yang membuat kita merasa kelelahan secara mentak. Kadang orang toxic ini juga suka merasa paling benar, dan orang lain salah. Playing victim jatohnya.
Lalu bagaimana cara kita menghadapi orang toxic di tempat kerja terlebih jika ternyata dia seorang atasan?
- Pelajari perilakunya, dan ikuti alurnya. Atasan itu ya atasan, kamu mengiyakan tapi jangan lupa kemukakan alasan dengan baik dan tepat. Tapi buatlah kamu seolah berada di pihaknya.
- Jadilah anak buah yang nurut dan loyal. Orang bilang perilaku ini disebut penjilat. Tapi bukankah berperilaku itu harus sesuai situasi dan kondisi?
- Jika memang sudah tak betah dan orang toxic ini sudah berperilaku berlebihan dan mengganggu, lebih baik pindah divisi dan atau cari kerjaan lain saja.
Sebagai orang yang sama-sama bekerja, kita seharusnya tidak boleh berperilaku seenaknya. Jangan membuat orang lain tidak nyaman. Sama -sama kerja cari duit, cari rejeki. Jangan matiin kerjaan orang.
perilaku-perilaku yang tidak menyenangkan itu bisa berupa :
- mendiamkan
- mempermalukan depan umum
- playing victim
- menyindir
- intimidasi
- menghina atau mengejek
- membully
- dll
Perilaku tak menyenangkan ini disebut harassment and abuse. Yang bisa dilaporkan ke IR / industrial relation.
Di tempat kerja memang ada baiknya kita menjaga hati dan diri. Jangan baperan, jangan mudah tersinggungan, jangan cinlok apalagi kalau sudah memiliki pasangan suami atau istri, dan jangan pula suka pinjem uang. Pokoknya kita kerja ya buat kerja, dan bekerjalah sesuai dengan SOP. Kalau ada hal-hal lain di luar itu dan masih bisa kita atasi dengan diskusi, maka diskusilah. Apalagi jika orang toxic itu rekan kerja.
jika rekan kerja adalah orang yang toxic, maka jangan terlalu dekat dengannya. Bekerja sesuai SOP saja. Bukan untuk menjalin permusuhan. Cukup kenal dan cukup tau saja, tak perlu terlalu dekat.
Kalau sudah tidak bisa diselesaikan dengan diskusi dan kejadian tak menyenangkan sudah berulang kali terjadi, jika masih bisa pindah departemen, pindahlah. Jika tidak carilah kerjaan lain. Jangan takut masalah rejeki, insyaallah Allah akan selalu memberikan rejeki. Jangan biarkan jiwamu sakit karena bekerja ditempat yang membuat mental dan kewarasanmu kewalahan.
Dan satu saran dari saya, jangan punya utang agar ketika resign bebas, lepas, tak ada beban tak ada kekhwatiran.
Sekoga kita selalu diberkahi rejeki, dimudahkaan dan silancarkan segala urusan dan usahanya ya. Dan semoga kita dijauhkan dari orang-orang toxic. Aamiin.