Loh, apa kaitannya antara Mario Dandy dan Child free ? Jadi begini,
Memiliki anak memang tanggung jawab yang besar. Salah mendidik bukan anak saja yang tersesat, tapi orang tua juga ikut rugi. Karena kesalahan dan kecerobohan anak bisa berimbas pada orang tuanya. Makanya mendidik anak adalah tanggung jawab yang sangat besar.
Kisah Dandy Mario dan David, juga Agnes membuat kita sebagai orang tua harus mengambil pelajaran. Saya tidak ingin terlalu menyalahkan orang tua Dandy atau Agnes karena bisa jadi orang tua Dandy dan Agnes adalah orang yang baik yang mengajari anaknya dengan baik. Ada banyak hal di lingkungan yang bisa mempengaruhi anak sehingga membuat anak bisa terbawa arus. Makanya, fondasi dasar anak, keimanannya, basic karakternya, prinsipnya harus dibangun dengan baik dan kuat. Agar tidak mudah terbawa arus. Dan penting bagi anak untuk diajari mana hal baik dan buruk.
Kita selaku orang tua memperhatikannya bukan hanya ketika dia di rumah saja. Tapi juga dari segi sikap, lingkup pertemanan, dan juga media sosialnya. Selebihnya kita serahkan dalam doa kepada Tuhan. Karena kita tak bisa membersamai anak selama 24 jam.
Lalu, apa kaitannya dengan child free? Apakah maksudnya lebih baik engga punya anak daripada harus punya anak yang menyusahkan?
Engga gitu juga sih. Anak adalah anugerah. Walau beberapa orang memilih untuk tidak memiliki anak dengan berbagai alasan. Memiliki anak memang bukan tanggung jawab yang mudah. Anak adalah anugerah dari tuhan. Karena banyak yang bahkan menunggu-nunggu untuk memiliki anak. Namun, anak juga tanggung jawab yang besar. Memiliki anak berarti kita sedang menciptakan seorang manusia yang kemudian nantinya akan melanjutkan hidupnya.
Dan kita berharap, tentu saja, bimbingan kita, didikan yang kita berikan, mengantarkannya ke jalan kesuksesan dan keberhasilan dunia akhirat.Yang memilih tidak memiliki anak, bukan berarti mereka tidak akan pernah bisa menjadi ibu. Lalu akan menjadi ibu yang buruk ketika menjadi ibu. Tidak, tidak pasti akan begitu. Karena kalau tuhan sudah berkehendak wanita manapun bisa menjadi ibu. Dan sifat-sifat ibu akan muncul dengan sendirinya, seperti sebuah nurani.
Memang banyak juga ibu yang buruk. Yang menyiksa anak dan sebagainya. Dan banyak faktor yang melatarbelakanginya. Kita doakan saja, semoga masalah yang melatarbelakanginya selesai. Sehingga tak ada penganiayaan lagi terhadap anak dalam bentuk apapun.
Namun ada juga ibu yang baik, ayah yang baik, kemudian anaknya tumbuh tidak baik. Seperti kisah Nabi Luth. Dan itu menjadi ujian bagi orang tuanya.
Dan tentu saja kita, yang manusia biasa ini, banyak-banyak berdoa, agar Allah membantu kita dalam mendidik anak dan melindungubya dari pengaruh buruk.