Sebenarnya aku juga baru mendengar istilah childfree ini baru-baru ini. Karena aku kira semua wanita ingin menjadi seorang ibu. Ternyata tak semua orang berpikir yang sama ya. Tanpa mengintimidasi keputusan seseorang untuk tidak memiliki anak, pasti setiap wanita yang mengambil keputusan ini sudah memikirkannya dengan matang.

Membicarakan soal childfree, Negara Jepang saat ini sedang mengalami penurunan tingkat kelahiran yang sangat serius. Saat ini Jepang memiliki angka kelahiran yang terus menurun dari tahun ke tahun. Pemerintah Jepang sampai turun tangan menangani hal ini. Jepang bahkan diprediksi akan punah jika tingkat kelahiran terus menurun.

Saya pernah mendengar klarifilasi seorang wanita asal jepang tentang tidak mau punya anak. Menurutnya, hidup saat ini sudah susah. Meski gaji tinggi, biaya hidup juga tinggi. Untuk bertahan sendiri saja butuh perjuangan apalagi kalau punya anak. Makanya banyak yang memutuskan untuk tidak memiliki anak. Tapi Kalau menikah tidak memiliki anak, ya untuk apa juga menikah. Akhirnya banyak yang memutuskan untuk tidak menikah.

Pemikiran di atas benar-benar pemikiran yang sangat logis. Karena memang biaya hidup makin tinggi, kalau punya anak tentu kita juga ingin memberikan yang terbaik untuk anak, pendidikan terbaik, kehidupan yang baik, kalau tak bisa mencukupi dengan baik, maka khawatir akan membuat hidup anak tidak bahagia. Namun, pemikiran seperti ini pemikiran yang terlalu logis.

Bagi umat muslim, penting untuk meyakini bahwa tuhan memberikan rezeki untuk setiap makhluknya. Bahkan tertulis dalam Alquran surat Hud ayat 6

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
wa maa ming daaabbating fil-ardhi illaa ‘alallohi rizquhaa wa ya’lamu mustaqorrohaa wa mustauda’ahaa, kullung fii kitaabim mubiin

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
(QS. Hud 11: Ayat 6)

Tapi bukan berarti juga tanpa perhitungan dan persiapan juga ya. Misalnya, suami nganggur anak banyak. Engga ada usaha apa-apa, engga belajar ilmu parenting juga, hidup sejalannya aja yang penting makan plus nyusahin mertua atau orang tua dan saudara. Waduh bahaya kalau kayak gini, jangan ya. Bukan yang seperti ini ya. Karena kita ingin menciptakan sebuah generasi yang baik maka kita harus mempersiapkan sesuai kemampuan kita.

Misalnya sebelum pernikahan, kita mulai belajar parenting. Sebelum akhirnya dikaruniai anak, kita siapkan dana untuk melahirkan dan pendidikannya. Kita pelajari tentang pendidikan anak. Jadi, ketika dipercaya Allah memiliki keturunan insyaallah kita sudah siap. Barengi dengan doa dan ikhtiar. Insyaallah bisa.

Saya ada sebuah kisah, nyata ini. Jadi ada anak hamil di luar nikah sebelum melahirkan, sebut saja namanya Mawar. orang tua si Mawar secara diam diam menawarkan cucu yang masih dalam perut si Mawar itu untuk diadopsi kepada orang lain.

Kemudian berita ini sampai ke telinga seorang perempuan yang belum memiliki anak. Di pernikahannya yang sudah berjalan bertahun-tahun, dia belum dikaruniai anak makanya dia mau mengasuh anak tersebut. Meski dia cuma seorang pembantu rumah tangga dan suaminya pekerja bangunan biasa. Mereka mantap ingin mengasuh anak si mawar. (Sebut saja pasangan suami istri ini Bu Romlah dan Pak Dudung).

Singkat cerita, tiba saat kelahiran. Anak tersebut dilahirkan di daerah tempat tinggalnya bu Romlah. Fungsinya sih agar tidak ketahuan. Bu Romlah yang akan menerima bayi ini membiayai persalinan si mawar. Akhrinya bayi ini dirawat dan diasuh oleh bu Romlah.

Hari demi hari, bulan demi bulan. Karena saking bahagianya memiliki anak, Pak Dudung semangat bekerja. Dia bahkan akhirnya dipercaya memegang proyek pembangunan sebagai mandor. Kerennya bahkan dulunya yang bahkan tak memiliki tabungan akhirnya bisa menabung demi masa depan anak angkatnya ini. Subhanallah. Semangat karena memiliki anak nya luar biasa.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa sebagai seorang muslim kita wajib percaya bahwa selalu ada jalan, dan pasti ada rejekinya. Selama kita berusaha, insyaallah Allah akan memberikan solusi dan jalan. Jadi jangan putus asa atas rahmat allah.

Lalu bagaimana dengan yang memutuskan untuk childfree? Itu kembali ke keputusan masing-masing. Semoga di Indonesia ini tak kekurangan generasi penerus bangsa. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *