Di podcastnya H. Rhoma irama, Cintami bercerita bahwa dia dibebani pekerjaan rumah tangga yang banyak saat masih kecil. Kadang hal tersebut membuatnya merasa susah mencari waktu untuk bermain. Cintami dan juga kakaknya, Minati, keduanya diberikan tangung jawab pekerjaan rumah yang lebih banyak daripada saudara laki-lakinya.

Setiap hari libur SMP mereka berdua disuruh untuk masak bergantian setiap minggunya. Minati yang notabene tak suka masuk dapur, meminta Cintami untuk menggantikan tugasnya. Ia mengiming-imingi dengan meminjami tas, baju, atau bantu jahitkan baju.

Suatu hari, Cintami pernah bertanya pada mamanya kenapa mereka dibebani tanggung jawab pekerjaan rumah yang banyak oleh mamanya.

Mamanya pun menjawab bahwa perempuan itu harus lebih rajin dari laki-laki, harus lebih terampil. Kenapa? Ternyata manfaatnya terasa ketika dewasa nanti.

Menurut Cintami, mungkin tujuan mamanya adalah agar ketika ting bating ditinggalkan oleh suami, istri bisa mengerjakan berbagai hal. Dan tak bergantung sama suami. Jangan sampai seorang peremouan sampai tiada upaya. Dan hal ini pun dilakukan oleh mamanya Cintami. Bahkan, mamanya bisa membetulkan pintu kamar mandi. Sehingga fair, mamanya bukan hanya menyuruh tapi juga memang terampil. Begitu tutur Cintami.

Menurut saya pribadi, seorang wanita memang harus rajin dari semasa mudanya. Agar ketika sudah menikah, punya anak, tidak kaget dengan pekerjaan rumah yang banyak banget. Jadi sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga.

Saya termasuk orang yang kaget dengan pekerjaan rumah tangga yang banyak banget. Karena semasa muda semua pekerjaan dikerjakan oleh orang tua. Saya hanya kebagian mencuci atau nyapu saja di hari libur. Di hari-hari biasa, bahkan tak pernah beberes. Mencuci baju sendiri pun tidak. Alhasil ketiksa sudah menikah dan punya anak akhirnya kerepotan, kebingungan, dan tak terbiasa dengan banyaknya pekerjaan rumah. Apalagi tak punya ART. Sehingga setiap hari dikerjakan sendiri. Pernah sampai nangis sampai capeknya, sedang pekerjaan rumah tak ada habisnya.

Jadi, yuk biasakan diri rajin sedini mungkin. Dan ajari anak-anak kita mengerjakan pekerjaan rumah tangga disesuaikan dengan usia mereka. Hal ini karena beberes juga merupakan pembelajaran demi kebaikan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *