Demi nonton one piece, akhirnya aku langganan netflix. Satu bulan doang tapi. Dan nonton dengan santai di rumah sama suami.
Karena udah nonton versi animenya, jadi engga terlalu penasaran sama alur ceritanya. Lebih penasaran sama karakter-karakter versi real humannya.
Dan over all, menurutku filmnya cukup menarik. Paling suka sama karakter zorro dan usop yang mirip sama karakter animenya. Kalau karakter zorro aku suka karena good looking haha.. Mckenyu Arata sih ya pasti guanteng polll.
Terus untuk jalan ceritanya, ada part yang terlalu aduh, gimana ya. Yang pas si kaki merah terdampar sama sanji di karang itu. Aku jijay banget pas versi reel nya Ini diceritain si kakek itu makan kakinya sendiri. Kan versi animenya dia motong kakinya karena tersangkut gak sih? kalo ga salah, ya bener. Hehe
Terus adegan ciumannya Nona kaya sama usop. Ya itu juga gak ada di anime.
Yang paling bikin aku terharu adalah nama si nona kaya yang menggunakan kata ‘kaya’ di filmnya. Itu aku jujur terharu karena itu bahasa Indonesia. Apa mungkin itu bahasa lain atau hanya nama saja? Gak tau lah ya.
Menurutku untuk badannya si Arlong ini kurang gede. Karakter kakek Garp, Kobi, dan juga si kadet rambut kuning itu juga pas lah sama.
Maaf sebelumnya, aku jadi keinget film Rurouni Kenshin gara-gara one piece ini. Aku suka tuh yang film Rurouni Kenshin apalagi adegan gelud yang naik naik ke atap dan gelud nya yang wah.. wah.. wah…
One Piece Mengecewakan? Engga sih menurutku. Seperti yang aku sebutin fi atas sebelumnya, overall cukup menarik. Aku tetep suka film One Piece. Aku nunggu film versi orang jepangnya, biar nanti lebih greget pas ngomong ‘Baka’ nya. Hehe