Pernikahan itu ternyata bukanlah hal yang gampang. Kenapa? Karena 2 kepala, 2 tabiat, 2 kebiasaan, dan 2 manusia ini punya basic yang berbeda. Mungkin butuh bertahun-tahun untuk mengerti dan bisa menerima kekurangan. Pacaran bertahun-tahun juga engga menjamin langgengnya sebuah hubungan dan damainya sebuah pernikahan.

karena pernikahan ini adalah bersatunya 2 orang, maka keduanya harus berusaha untuk berubah. Entah siapapun yang memulai berubah duluan, tetap keduanya mesti bergerak dan maju untuk menjalin kesinambungan.

Misalnya saja yang berusaha berubah hanya satu orang. Ya jelas capek lah. Engga bisa kalau iman lagi tipis, godaan setan lagi kenceng. Wah, berat banget itu.

Jadi, baik dari sisi perempuan maupun laki-laki baiknya sering introspeksi. Misalnya sebulan sekali tanyakan hal-hal yang pasangan suka atau tidak suka dari kita. Katakan dengan bahasa terbaik. Jangan dengan marah-marah. Emosi dan emosi kalau ketemu ya meledak dua-duanya jadinya. Lebih baik tenangkan diri dulu, jangan bicara apalagi mengambil keputusan ketika sedang marah.

Lalu bagaimana cara memahami pasangan?

  1. tanyakan apa yang pasangan tidak sukai
  2. perhatkan apa yang membuat ia senang
  3. dengarkan dulu
  4. jangan terlalu egois
  5. bicaralah dengan baik-baik
  6. perlakukan pasangan sebagaimana kita ingin diperlakukan

Kalau pasangan ternyata di luar nurul, maka bicaralah dari hati ke hati dengannya. Utarakan apa yang kamu tak sukai dari dia.

tapi kalau sudah ada kekerasan dan sebagainya, itu artinya butuh pihak ketiga. Jangan sampai kekerasan itu terjadi lagi ketika tak ada orang.

semoga artikel ini bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *