Jadi beberapa waktu yang lalu aku konsultasi dengan ahli psikologi di tempat kerjaku. Lumayan gratis lah ya, hehe. Jadi aku merasa seperti kelelahan, susah konsentrasi, dan lebih parahnya ketika sudah kelelahan seperti persendian patah. Namun yang sekarang paling mengganggu adalah kurangnya konsentrasi.
Nah ternyata menurutnya aku ini sebenarnta seorang introvert karena aku sering merasa kelahan setelah komunikasi. Terkadang merasa bersalah, seringnya pengen diam.
aku juga biasanya kebingungan untuk komunikasi ketika di lingkungan baru. Makanya di sekitar rumah aku ansos. Meski tidak parah ketika di luar (saat jalan-jalan atau bertemu orang baru di kampus dan tenoat kerja) tapi aku dangat kesulitan ketika harus berkecimpung di masyarakat. Aku merasa bingung dan grogi.
Namun anehnya, hasil tes MBTI ku menunjukan bahwa aku seorang Extrovert. Dengan persentadi 70% extrovert dan 30% introvert.
Dan kemarin ini, setelah konsultasi aku coba membuktikan yang diycapkan psikolig padaku. Aku kembali tes MBTI dan hasilnya aku 54% introvert. Wah. Kok bisa?
padahal sebelumnya aku sanpe tes 2 kali.
Jadi, sebenatnya aku ini extrovert? Atau introvert? Atau justru ambivert?
apakah mungkin seorang jntrovert jadi extrovert?
Aku pernah gak habis pikir si seperti kim seokjin dan Jhope, dua introvert yang begitu banyak bicara dan selalu ceria. Ternyata mereka adalah introvert dan hasilnya tak pernah berubah.
Jadi menurutku introvert dan extrovert itu tak akan bisa tertukat hanya gara-gara mood.
Dan adalagi nih kategori 3 yaitu kategori ambivert. Yang katanya memiliki otak seimbang yang extrovert dan introvwrt.
Tapi di sini, aku malah lebih yakin konsep stifin mengenak extrovert dan introvert. Penjelasannya mengenai kepribadian dasar karakteristik seseorang lebih pas ketimbang dari MBTI. Karena konsep stifin menggunakan sidik jari sebagai cara penilaiannya. Jadi pasti lebih akurat.
Dalam metode stifin, aku masuk kategori Insting di mana tidak extrovert dan tidak introvert. Karena si insting ini orang yang seimbang diantara 5 jenis otak lainnya.
Dan mungkin dia inilah si ambivert itu.
yang aku rasa jadi ambivert tuh nanggung. Seneng ngobrol sama orang tapi dalam saat yang sama kecapean juga.
😌😌😌