Dulu, pernah ngekos saat SMA di sebuah kontrakan yang menurutku sangat tenang dan asri. Pemiliknya kakek dan nenek pensiunan guru. Mereka berdua hanya tinggal berdua karena semua anaknya sudah menikah. Posisi kosannya berada di belakang rumah utama dan digerbang. Hanya ada pintu kecil untuk akses keluar. Dan kosan ini khusus untuk petempuan.

Awalnya, kosan ini sangat nyaman dan tenang namun semakin lama semakin menunjukkan kemistisannya.

Awalnya, aku mencium bau kemenyan ketika sedang shalat ashar. Kemudian suara jendela yang dilempar batu kecil di setiap kamar sehingga seperti sedang bersahutan.

Kemudian kejadian teman yang mendengar suara tetangga kontrakan batuk di kamarnya, namun ternyata orangnya tidak ada di kamar dan baru sampai.

Setiap malam kami mendengar suara sepatu dan sendal bolak balik di teras. Kami tak berani keluar untuk mengecek karena takut.

Yang paling nyata adalah ketika kami menonton TV bersama di kamar nomor 3.

Awalnya aku melihat seperti ada selembar kain yang melayang-layang untang-antung di puncak pohon petai. Karena mataku minus, aku tak yakin itu apa. Aku juga tidak punya kacamata. Akhirnya aku tanya yang lain.

“Gais itu apa di pohon pete?” Tanyaku.

“Bukannya itu layangan ya?” Sahut yang lain.

“Tapi panjang ya? ” Tanya yang lain lagi.

“Iya, mirip plastik putih yang buat ke sawah. ” Balasku.

“Bukannya itu mirip si cewek itu bukan? “

Semuanya langsung paham. Tapi mencoba menepis.

“Ah, bukan kayaknya. “

“Eh, kok dia sembunyi loh jadinya ke belakang pohon. ” Ucapku. Kami masih menatap mereka dengan seksama.

“Yaudahlah, abaikan aja.” Pinta salah seorang diantara kami. Akhirnya kami lanjut nonton tv.

Kami akhirnya mengabaikan si selembar kain itu beberapa saat. Kemudian aku iseng melihatnya lagi. Dia kembali untang antung di pohon.

“Eh lihat, dia untang antung lagi. “

“Itu layangan putus kayaknya. “

Lalu kami mengabaikannya lagi.

Esok pagi nya, kami mrlihat tak ada selembar plastim maupun layangan pun di sana.

Lalu kami mulai meyakini demi kewarasan bahwa, “Oh layangannya sudah terbang semalam. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *