Selah menurutku berarti ‘cara’. Kalau dalam istilah Bahasa motor seperti menghidupkan motor dengan cara di ‘selah’, dibulugudugkeun cenah. Nah, menemukan selah terhadap diri sendiri juga sama seperti menghidupkan motor, kita harus tahu caranya.
Aku sendiri termasuk kategori orang yang memiliki ketertarikan terhadap banyak hal. Sehingga mudah tidak fokus karena banyak yang aku sukai dan gampang sekali bosan. misalnya aku suka atau ingin bergelut di dunia fotografi. Menjual karya tersebut di Shutterstock. Aku juga suka bermain YouTube, suka menulis buku cerita dan artikel, juga menyukai hal-hal baru dan banyak belajar hal-hal baru. Bagus memang, tapi tidak bagus juga karena kahirnya malah tidak fokus. Dan tentu saja malah tidak optimal karena semua yang digeluti setengah-setengah. Karena tidak ada waktu yang tersisa. terkesan mandeg mayong. Maju engga, mundur kagok.
Akhirnya aku intropeksi. Suka hal-hal baru, bisa memahami namun gampang bosan. Sehingga aku butuh cara untuk menemukan selah atau cara atau kunci untuk mengontrol diri agar tetap fokus pada target utama meski memiliki banyak ketertarikan.
Menulis target dan planning adalah jalan ninjaku. Ketika bekerja, aku termasuk kategori orang yang harus menulis apa yang akan aku kerjakan di hari itu, PR apa saja yang harus aku kerjakan, dan apa saja yang ingin aku selesaikan. karena jika tidak ditulis, biasanya malah tidak fokus dan mengerjakan hal-hal yang tidak berguna sedangkan hal yang utama malah tidak dikerjakan.
Terkadang semua target itu aku tulis di buku khusus yang memang aku tujukan untuk menulis berbagai macam hal. Tidak hanya itu, Aku juga menulis target-target tersebut di sebuah aplikasi Task.
Sebelumnya, aku pernah mencoba berbagai macam aplikasi untuk menulis daily activity, target bulanan, target mingguan, planning jalan-jalan, dan juga budgeting. Namun ternyata aku lebih suka dan cocok menggunakan aplikasi Task. Karena penggunaannya mudah.
Aplikasi ini cukup sederhana, kita tinggal menulis judul besarnya, misalnya target bulan Juni. kemudian kita isi dengan list target-target yang ingin dicapai. Di dalam target-target tersebut, kita juga bisa menulis sublist-nya. Misalnya aku ingin menulis 30 judul cerita anak, kemudian mengisi sublistnya dengan judul-judul buku.
Dengan menulis target di ponsel bisa memudahkan kita untuk mengakses dan remind target apa saja yang ingin dicapai. Jadi, setiap ada waktu luang misalnya jam istirahat, aku bisa mengecek judul buku apa saja yang belum selesai.
Setiap orang memiliki karakternya masing-masing dan caranya masing-masing. Kalau aku termasuk orang yang butuh planning dan butuh target yang tertulis sehingga fokus terhadap target yang ingin aku capai. Kalau teman-teman punya ‘selah’ seperti apa?