Jadi beberapa waktu yang lalu saya mengalami kondisi aneh pada diri saya sendiri yang membuat keseharian saya tidak nyaman. Bisa dibilang kondisi tersebut mengganggu karena membuat saya menjadi tidak stabil.
Fase yang saya alami sebagai berikut
- fase pertama saya mengalami kesulitan konsentrasi. Rasanya rumit sekali di otak. Kebingungan dan tidak bisa benar-benar langsung mengerti. Ini menghambat kinerja kerja saya dan mengganggu pekerjaan. Hal ini terjadi sekitar 1 bulan.
- fase kedua yang kemudian saya alami adalah fase insecure. Saya merasa rendah diri, tak punya teman, sendirian, sedih, dan mudah tersinggung. Saya juga sensitif dan mudah sekali sedih dan menangis. Hal ini terjadi sekitar kurang lebih 1 bulan.
- fase ketiga yang kemudian saya alami adalah fase tidak punya tujuan hidup. Berjalan aja seadanya dan tidak punya semangat untuk memperbaiki diri atau lebih baik atau semangat menjalani aktifitas. Parahnya membuat saya menumpuk-numpuk pekerjaan. Dan itu akhirnya membuat saya malas bekerja. Bukan hanya itu, saya juga akhirnya hidup terasa hampa.
- Fase keempat yang kemudian terjadi pada saya adalah fase perbaikan. Meski dalam perjalannya tentu saja sering ada gangguan rasa insecure tapi lumayan. Sudah sekitar 1 minggu saya merasa lebih bersemangat kembali untuk melakukan aktifitas lebih baik.
Hidayah Allah datang lewat apa saja. Dan ini terbukti di Fase keempat saya. Jadi rasa semangat itu muncul setelah saya shalat tarawih yang kedua kalinya.
Di bulan puasa tahun ini saya awali dengan menstruasi yang akhirnya membuat saya tidka bisa ikut berpuasa. Kemudian dilanjut sakit tifus, entah sakit lambung parah sehingga tidak bisa beraktifitas dengan baik.
Jadi saya baru bisa ikut terawih di pertengahan puasa. Ajaibnya, setelah puasa ke dua kalinya saya merasa lebih bersemangat. Dan penyemangat terbesar saya adalah Baim. Setiap hari dia akan ikut sama neneknya ke masjid untuk tarawih. Ketika aku absen tidak terawih dia akan tanya, ibu kenapa engga ke masjid? Dan itu jadi cambuk buat aku untuk semangat terawih haha.
Tapi beranjak dari sana, aku jadi semangat beribadah. Mulai kembali memiliki tujuan hidup, mengaji, dan akhirnya kembali merasakan sedikit demi sedikit keinginan untuk menjalankan kehidupan ini dengan baik tanpa rada was-was, sedih, hampa, dan perasaan tak enak lainnya.
Semoga artikel ini bermanfaat.