Kalo yang suka baca komik dan baca Second marriage pasti kenal dong sama yang namanya Rasta. Manusia yang sok innocent tapi ngerebut laki orang. Engga pinter tapi berusaha jadi licik. Susah sih, karena licik butuh partner dan partner butuh uang. Hehe
Menurutku author cerita ini keren sih. Ngembangin karakter Rasta yang memang relate sama real life dengan ending yang kesian gitu. Dan karakter rasta yang seperti itu bisa acceptable dengan latar belakang yang dia miliki.
Balik lagi ke Rasta. Coba ya kalian pikir, Rasta tuh anak malang, kerja di rumah majikan malah diperkaos sama anak majikan. Hamil sendirian dengan harapan bisa hidup bahagia berdua bersama anaknya. Meski dia tahu cintanya sama majikan engga akan terwujud karena beda kasta. Tapi si Rasta yang polos saat itu percaya bahwa dia bisa menghadapi semuanya.
udah lahiran, sedihnya rasta harus mendapati kabar anaknya meninggal. Dan lucunya ternyata, dia kemudian melakukan itu lagi dengan anak majikan dan hamil lagi sebelum ketemu dengan raja. Aduh biang. Padahal si raja soviech yang mandul udah happy punya anak. Eh, ternyata.. Anak orang lain.
Si Rasta memang menyedihkan banget hidupnya. Dikala dia harusnya menikmati kebahagiaannya dia belum selesai dengan dirinya dan masa lalunya. Dia polos, namun tidak jujur. Sehingga dia tidak bisa bersyukur dan menikmati apa yang dimilikinya.
Meski dia jahat, aku merasa kasihan sih sama dia. Apalagi di panel saat sebelum dia mati. Dia cuma mau diterima dengan apa adanya dirinya. Tapi cara dia itu salah. Sampai dia bikin Navier keluar dari kerajaan.
Berkaca dari Rasta yang punya basic miskin. Aku jadi keinget kisah nyata bapakku sendiri.
Jadi, dulu bapakku lahir di keluarga yang kurang mampu dengan anak banyak. Namun ada seorang wanita yang tulus mencintainya. Sayangnya, hubungan mereka itu terhambat oleh restu orang tua si wanita. Sampai akhirnya si perempuan ini jatuh sakit karena tak kuasa menahan cinta. Keinginan terakhirnya, dia ingin bertemu dengan bapakku.
Orang tuanya menyesal? Sepertinya sih. Tapi itu cerita lama. Ibuku juga bahkan tau tentang cerita ini. Dan pernah menceritakannya padaku.
pas aaku diceritain ini dalam hati aku bergumam, emang bapakku seganteng apa sih dulu? Hehehe
kembali ke si Rasta dan kaitannya dengan bapakku, aku pikir jatuh cinta itu datangnya dari tuhan. Kita tidak perlu manipulatif untuk bisa diakui. Apa adanya saja. Dan jangan terlalu memandang rendah keadaan ekonomi seseorang. Buktinya sekarang bapakku dan kehidupan kami yang sekarang jauh lebih baik.