Dalam Islam, ketika seorang istri menghadapi suami yang jarang salat atau tidak bangun pagi untuk salat, ini memang ujian yang berat. Tapi agama kita juga memberi petunjuk bagaimana seorang istri bisa bersikap:
- Tetap Menjadi Teladan yang Baik
Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Meski istri bukan pemimpin rumah tangga dalam urusan syariat, tapi ia bisa menjadi cermin akhlak dan kebaikan. Teruslah salat, bangun pagi, berdzikir, dan berdoa. Kadang diamnya akhlak lebih menyentuh hati dibanding nasihat yang keras.
- Menasehati dengan Lembut dan Hikmah
Pilih waktu yang tepat, jangan dalam keadaan lelah atau emosi. Ajak bicara dengan kalimat seperti,
“Aku ingin kita bisa sama-sama jadi orang tua yang dicontoh anak, bisa masuk surga bareng-bareng…”
Bisa juga lewat tulisan, atau pesan yang menyentuh hati, tanpa menggurui.
- Perbanyak Doa
Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Doa seorang istri untuk suaminya termasuk doa yang mustajab.”
Doakan suamimu setiap salat. Minta Allah melembutkan hatinya, membangunkannya dari kelalaian, dan membimbingnya kembali pada salat dan tanggung jawab.
- Jangan Putus Asa, Tapi Tetapkan Batas
Jika sudah berusaha namun tak berubah, kamu boleh minta bantuan pihak ketiga seperti orang tua yang bijak atau ustaz yang dipercaya.
Islam tidak menyuruh istri bersabar pada kemalasan spiritual suami selamanya tanpa batas, apalagi jika itu berdampak buruk pada anak atau kondisi mentalmu.
- Bukan Tugas Istri Menanggung Semuanya Sendiri
Islam tidak membebankan segalanya di pundak istri. Tapi kamu berhak untuk berusaha membentuk keluarga yang penuh keberkahan.
Jika kamu lelah, itu manusiawi. Luapkan ke Allah dalam salat malam atau doa. Dan kalau kamu butuh rehat atau bantuan, boleh banget bicara dengan orang terpercaya.