Terima bunga maafku, layu termakan egoku. meski ku tahu, tak bisa.
andai angin mengulang semua masa yang tlah hilang
kan ku telan isi bumi hanya untukmu
Terima bunga maafku, layu termakan egoku…
Rasanya tak akan pernah ada yang bisa menggantikan sosok ibu dalam hatiku. meski sudah menjadi ibu, aku tetap membutuhkan sosok mu, ibu. aku masih seorang anak yang membutuhkan ibunya. dan aku mulai sadar, banyak waktu yang terbuang tanpa menyadari bahwa waktuku dan waktumu begitu sempitnya.
Tanggal 24 September 2025, menjadi hari terakhir aku bertemu ibu. memegang tangannya, mengelus pipinya, dan mengelus rambutnya. Mengajaknya bicara dengan penuh rasa mengalah dan merendahkan serendah-rendahnya suara. dalam hati, aku terus berjanji, jika Mimi sembuh (ibu) aku akan ajak beli baju. terserah, mau beli baju apapun. Karena beliau suka belanja. Akan aku urus, akan aku jaga. aku akan banyak menahan ego, dan lebih mengalah. Andai saja aku tahu kalau hari itu adalah hari terakhirku bersamamu.
Saat ini, hari ini, sudah hari ke 8 kepergian Mimi. sosok wanita kuat yang selalu berdiri paling depan untuk keluarganya. seorang ibu yang mau pergi ke luar negeri meski tak berani setengah mati meninggalkan Indonesia. bekerja ke luar negeri untuk agar bisa menyekolahkan anak-anaknya.
Ah, Mimi, Rasanya banyak hal yang ingin kulakukan bersamamu. aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan setelah resign dari kerjaan. mengajakmu staycation sama seperti waktu itu. Mengajakmu rehat sejenak dari kesibukan yang selama ini membelenggumu. Kau yang paling tahu, aku bahkan tak berani mengajukan resign sampai kamu berkata Iya. Demi agar tak mengecewakanmu, aku bahkan mengikuti kursus, menabung, dan upgrade skill. saat itu aku pikir, ah, aku akan mengasuh anakku sendiri. dan Mimi bisa menikmati masa tua dengan tenang tanpa harus terbebani anakku lagi. Tak disangka, takdir datang tanpa bertanya.
Aku sangat tahu, bagaimna lelahnya menjadi seorang ibu. ya, kini aku tahu, kini aku mengerti. Dulu, aku bahkan selalu menganggapmu terlalu cerewet. terkadang aku pikir, kamu terlalu banyak marah-marah. aku tak paham, kenapa kamu harus marah seperti itu. ya, kini aku tahu, kini aku mengerti. ada banyak hal dalam mengurus rumah itu membuatmu frustasi dan melelahkan. ada banyak orang di rumah yang bahkan tak bisa mengerti dirimu sama sekali. Terkadang menjadi seorang ibu dan istri pasti seringkali membuatmu merasa kesepian. Kini aku mengerti, aku paham kenapa seorang wanita menjadi sosok yang begitu kuat sekaligus rapuh, penyayang sekaligus pemarah.
Mi, Aku yakin kau sudah baik di Sana. ibarat mati menggambarkan semasa hidup, aku melihatnya dari dirimu. shalat tak pernah tertinggal, bahkan dalam keadaan sudah ngelantur yang kau ingat hanya shalat dan berdoa.
Satu bacaan doa yang selalu terngiang di telingaku, Laa ila ha ila anta subhanaka inni kuntum minadzolimin. setelah membaca 3 kali, mimi mulai lepas dari kesadaran, nafas tersengal, jantung berdebar kencang tak henti, gula tinggi. kami berdoa dalam hati, berharap ada satu keajaiban. Namun setelah semua alat terpasang, mimi semakin tersengal. aku tak kuat melihatnya. Doaku berubah, aku tak ingin memaksakan keinginanku, aku berdoa yang terbaik untukmu dari Allah. tak mampu menyebutkan lebih panjang. hanya mampu berkata ya Allah berikan yang terbaik untuk mimi. lalu setelah itu, nafasmu terhenti. semua perawat datang, mencoba melakukan berbagai cara agar nafas dan jantungmu kembali normal.
Kami menangis, kami berduka. Terbersit, kenapa harus ibu yang awalnya sehat, yang hanya sakit cuma 3 hari dengan keluhan sakit tenggorokan yang tiba-tiba dijemput olehNya. Kami menangis, kami berduka. Tetangga pasien bahkan ada yang sudah sampai cuci darah. namun, Tuhan masih memberikannya waktu. Ah, takdir. seperti menyalip rencana yang dibuat manusia.
Dari sini aku sadar, bukan segala aksesoris duniawi yang perlu kita upayakan mati-matian. Dahulukan amal. Karena yang pasti itu bukan miskin atau kaya, itu nasib, bisa berubah. Bukan sehat atau sakit, itu masih tak tentu. yang sudah pasti adalah kematian. maka yang paling utama yang harus dipersiapkan adalah amal.
Kabar Duka
Mimi dan Waktu yang Terasa Berbeda
3/10/2025