Belakangan saya merasa burn out dan stress juga kelelahan. Rasanya setiap pulang, jiwa dan raga sulit diajak kompromi. Maunya tidur dan atau diam saja. Lebih happy ketika malah hanya scroll media sosial dan baca berita.

Saya juga terlalu berlebihan melakukan hobi dan hiburan seperti membaca komik dan menonton drama china. Saya menyadari bahwa hal ini tidak baik untuk kedepannya sehingga harus ada yang dirubah dari pola ini. Kenapa? Karena waktu tak akan kembali dan banyak hal yang sudah terlewati.

Belakangan saya meminimalisir stress dan burnout yang terjadi dengan pulang tenggo dari tempat kerja. Melakukan pekerjaan bertahap sedikit demi sedikit karena terkendala susah fokus.

Saya juga ingin meningkatkan produktifitas sedikit demi sedikit. Sayangnya, setiap harinya semangat tak kunjung datang. Syukurnya, saya masih bisa mengerjakan pekerjaan utama di rumah seperti mencuci baju dan cuci piring. Tentu saja meski dengan terseok-seok. Karena harus berangkat pagi untuk bekerja, dan pulang sore hari dengan keadaan lelah.

Apa itu produktif?

Saya membutuhkan suntikan informasi dan juga motivasi sehingga saya bertanya pada sistus quora bagaimana orang-orang menjadi lebih produktif menjalani hidup mereka.

Saya senang dengan salah satu jawaban dari situs tersebut, jawaban dari seorang freelancer bernama Aji Setiawan.

Beliau menulis di situs tersebut jika kita harus tahu dulu, apa meaning produktif bagi diri kita sendiri. Bukan versi orang lain. Karena menurutnya, produktifnya setiap orang itu berbeda-beda. Tentu saja produktifnya ibu rumah tangga dan seorang mahasiswa pasti berbeda kan? Karena keduanya memiliki prioritas yang berbeda. Itulah mengapa produktifitas bagi setiap orang juga berbeda.

Bagi saya secara pribadi, produktif versi saya adalah :

  1. Bangun pagi, ibadah, olahraga
  2. bisa nyiapin sarapan
  3. Rumah bersih, rapi, beternak, berkebun
  4. berangkat kerja lebih pagi
  5. membuat konten untuk beberapa platform, menulis, journaling

Lalu, setelah kita mengetahui apa versi produktif kita, mulailah tentukan tujuannya, apa yang kita inginkan dari produktifitas tersebut.

Bagi saya, dengan memiliki produktifias tersebut, saya lebih sehat, lebih dekat dengan tuhan, cuan, dan terhindari dari masalah kesehatan mental.

Dan tentu saja tujuannya untuk hidup lebih bahagia dan bermanfaat.

setelah mengetahui versi produktifitas diri sendiri, mulailah mencari tujuan atau fungsi dari produktifitas itu

Setelah mengetahui tujuannya, baiknya kita melakukannya Sebaik mungkin. Fokus, disiplin, dan teratur. Tidak perlu langsung harus melakukan semuanya. Cobalah melakukannya bertahap, sedikit demi sedikit sampai akhirnya kita mencapai titik yang ingin dituju.

Dan jadilah orang yang terus berusaha menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. Berperilaku yang baik, bercakap yang baik. Saya pernah membaca suatu quotes dari sebuah hadis, katanya “siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhori Muslim)

Jadi, menjadi produktif butuh proses, butuh tujuan, dan butuh kedisiplinan. Jadilah orang yang mau berubah ke arah yang lebih baik dan mau belajar. Semoga artikel ini tidak hanya bermanfaat bagi saya, tapi juga pembaca. Terima kasih sudah mampir di situs saya. Jangan lupa baca artikel lainnya ☺.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *