Aku ingin bercerita apapun yang ada dalam pikiranku
betapa rumitnya
betapa tumpang tindihnya pikiranku
dan apa saja yang aku pikirkan saat ini
aku butuh mengeluarkan semua unek-unek itu
sehingga aku kembali memiliki ruang untuk bernafas
membiarkan diriku tenggelam dalam kesedihan, kegamangan, kekecewaan, dan kebingungan tidak terlalu baik untuk tubuhku
aku tak mau sakit
aku ingin fokus pada kebahagiaan
pada senyum
pada tawa
pada kebahagiaan yang nyata
aku ingin menikmati setiap waktu hidupku dengan bersyukur
dengan berbahagia
Seperti yang dikatakan Wa Omang dalam mimpiku
“If waktu hanya sebentar”
Iya, aku tak ingin memiliki terlalu banyak penyesalan, rasa bersalah, dan atau disalahkan orang.
Semenjak kepergian mimi, ada banyak hal yang akhirnya benar-benar aku sadari. Manusia itu berjuta karakter, bermuka dua, munafik, mengerikan. Terkadang mereka baik, selalu terlihat baik di depan, berkata manis, mengungkapkan hal yang begitu menyakitkan dengan begitu lembut tapi menusuk. Toxic positivity, mungkin itu yang bisa kita sebut. Mengatakan hal yang menyakitkan, menyinggung, dengan nada lembut dan seolah hal itu adalah hal baik. Sehingga lawan bicara sulit untuk menolak, atau marah karena ungkapan tersebut.
Kadang, apa yang sudah diusahakan sebaik mungkin, ternyata tidak berharga atau tidak dianggap di mata orang lain. Aku jadi berpikir, apa yang sebaiknya aku lakukan untuk menghadapi kemunafikan manusia yang aku temui? menutup mata? menutup telinga? dan menutup mulut?
Ya, hal terbaik yang bisa aku pikirkan saat ini adalah Diam. Aku tak ingin terlalu banyak menanggapi omongan yang memang tidak perlu aku anggap. Kebaikan akan selalu menemukan pintu dan menunjukkan dirinya meski terlambat. Dan kita tidak perlu berusaha sekeras itu untuk bisa terlihat. Satu hal yang paling aku sadari adalah, karena memang tidak ada seorang pun yang bisa kita andalkan, dan tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa kita percaya, maka percayailah tuhan. kalau sedih, ya sudah kita bicarakan saja pada tuhan, berserah diri. hidup dengan baik, dengan norma dan aturan yang memang berlaku tanpa harus memaksakan diri tidak sesuai kemampuan misalnya ingin terlihat kaya jadi berlebihan. tidak, tidak perlu. sekali lagi, setiap orang memiliki motif, dan orang lain mengerti pada motif tersebut. jangan menganggap orang lain bodoh.
Hiduplah dengan jujur, rendah hati, tenang, dan jangan terlalu banyak meminta validasi. Hidup sesuai kemampuan. dan berusaha semaksimal mungkin, hiduplah dengan sehat, dengan rajin, dengan baik, dengan bahagia. Dekati Allah karena tanpa Nya kita ini tak bisa apa-apa. Terlalu banyak manusia yang tidak bisa kita percaya, terlalu banyak manusia yang tak bisa kita andalkan. Maka biarkan tuhan mengambil peran. Biar tuhan mengangkat kesedihan dan memberikan kebahagiaan. nikmati apa yang kita miliki. Fokus pada kebahagiaan.